Told You So

Sejarah Manusia Ditulis Ulang Oleh Ilmuan Dunia

March 16, 2021 // by kimura

Sejarah Manusia Ditulis Ulang Oleh Ilmuan Dunia

Dari mana asal orang? Kurang lebih 40 tahun kemudian, asal mula kita kelihatannya amat nyata.

Namun saat ini kita ketahui kalau riwayat orang jauh lebih lingkungan. Semacam dihimpun oleh Christopher Bae serta para sejawatnya dalam artikel canggih mereka yang terkini saja diterbitkan dalam Science, informasi dari Asia serta Australia jadi vital dalam melekatkan asal usul terkini ini.

Cerita tadinya kurang lebih bersuara semacam ini: orang modern (Homo sapiens) bertumbuh sampai menggapai wujud anatomisnya saat ini di Afrika sub- Sahara dekat 200.000 tahun dulu sekali. Mereka berkeliaran di situ sebagian durasi, kemudian kelompok- kelompok mulai pergi meninggalkan desa laman.

Datang di Eropa Barat, suatu “revolusi orang” lekas terjalin (40. 000 tahun kemudian), menciptakan keahlian berbicara lingkungan serta berseni yang sangat luar biasa, sejenis dentuman inovatif. Banyak orang yang maju dengan cara kognitif serta teknologi itu setelah itu menaklukkan masyarakat asli Neanderthal (serta kelompok-kelompok orang purba, ataupun relatif kuno yang lain) serta kesimpulannya menaklukkan semua bumi.

Namun fakta terkini menginginkan pandangan balik tipe asal usul orang ini.

Orang Modern

Analisis-analisis terkini kepada fosil orang sudah mendesak mundur kakek moyang modern sangat berumur yang kita tahu sepanjang dekat 310.000 tahun. Serta mereka tidak ditemui di sisi timur ataupun selatan Afrika (semacam temuan-temuan fosil tadinya), namun dari suatu web yang diucap Jebel Irhoud di Maroko. Temuan- temuan ini menimbulkan persoalan hal bagaimana dan di mana persisnya kita jadi “modern”.

Biasanya, kita memandang perbandingan penting antara orang serta masyarakat bumi fauna yang lain dalam perihal pemakaian perlengkapan. Tetapi, para pakar primatologi serta ahli-ahli hayati lain merekam terus menjadi banyak peristiwa simpanse, orangutan, serta makhluk-makhluk lain membuat serta memakai perlengkapan.

Lebih dari itu, riset yang awal mulanya dicoba di bagian selatan Afrika membuktikan kalau dentuman inovatif tidak terjalin di Eropaledakan itu terjalin di Afrika, serta jauh saat sebelum 40.000 tahun yang diresmikan tadinya itu.

Saat ini kita menguasai kalau kapasitas kognitif serta sosial lingkungan kita awal kali timbul dekat 100. 000 tahun dulu sekali ataupun saat sebelum itu. Serta itu apalagi bukan dentuman, melainkan bisa jadi lebih menyamai bercahaya kecil yang perlahan bertumbuh jadi kobaran api daya cipta modern.

Orang Terkini Serta Orang Lama

Agaknya bukti-bukti terkini sangat menggelikan berawal dari analisa atas sampel-sampel DNA kuno.

Studi-studi ini membuktikan kalau interaksi antara orang “terkini” (Orang Modern semacam Kamu serta aku) serta orang “lama” (Neanderthal, Denisovan, Homo erectus, Homo florensiensis, yang seluruhnya saat ini telah musnah) bukan semata-mata pertanyaan pergantian simpel. Kelihatannya yang terjalin malah golongan orang terkini serta golongan orang lama membaur, berbaur sekerabat, bertarung, serta berhubungan dengan banyak sekali metode berbeda-beda yang hingga saat ini sedang kita analisa.

Hasil dari perjumpaan- perjumpaan itu kelihatannya meninggalkan sebagian peninggalan yang sedang bertahan, semacam kehadiran dekat 1-4% DNA Neanderthal pada Orang Modern non- Afrika.

Studi-studi ini pula mengenali sebagian perbandingan antara “kita” serta “mereka”, semacam kenyataan kalau kita orang modern rentan kepada kondisi- kondisi otak semacam autisme serta skizofrenia, tetapi kelihatannya Neanderthal tidak.

Cerita Asia

Wilayah Australasia memainkan kedudukan terus menjadi besar dalam penyusunan balik kisah-kisah asal usul orang.

Fosil- fosil terkini semacam Homo floresiensis mengganti seluruhnya pemikiran kita mengenai cerita orang di wilayah ini. Banyak orang mini “hobbits” yang ditemui di Pulau Flores, Indonesia, itu lalu menantang para pakar paleoantropologi apakah mereka Homo erectus pendek? Ataupun apakah mereka generasi suatu yang jauh lebih kuno? Apa implikasinya?

Namun bisa jadi yang lebih menarik (setidak-tidaknya untuk aku), merupakan banyaknya temuan-temuan artefaktual yang mengemuka dalam tahun-tahun belum lama.

Saat ini nampak kalau salah satu genus orang yang lebih berumur, Homo erectus, bisa jadi mempunyai sejenis keahlian simbolisme sesuatu yang tidak sering berhubungan dengan mereka. Anggapan ini timbul berkah analisis- analisis terkini kepada material yang didapat dari penggalian- penggalian lama.

Meninjau kembali material yang digali dari posisi fosil Homo erectus awal yang diketahui Trinil di Jawa Timur, awal kali ditemui oleh Eugène Dubois pada 1891 para akademikus mendapati suatu kulit kijing air payau yang menampilkan suatu pola zig-zag. Pola ini terbuat dengan teliti memakai perlengkapan batu lebih dari 400.000 (serta bisa jadi justru 500.000!) tahun dulu sekali. Motif- motif geometris sejenis itu sempat ditemukan di situs- situs area selatan Afrika tapi seluruhnya Orang Modern dan seluruhnya jauh lebih belia. Di Eurasia juga terdapat konsep sejenis itu, tetapi jarang- jarang nampak dalam kondisi Neanderthal.

Temuan-temuan lain di Kepulauan Asia Tenggara kali ini bertepatan dengan orang modern, Homo sapiens menunjukkan kalau ranah daya cipta luar lazim bukan saja daerah Afrika serta Eropa. Bermacam investigasi serta ekskavasi di Sulawesi serta Timor-Leste tidak cuma menciptakan seni batu karang tertua di bumi, namun pula banyak sekali perhiasan serta barang-barang berseni lain.

Lebih dari kecondongan pada seni itu, ditemui pula kalau kolonis orang modern awal di Asia melaksanakan strategi mencari santapan yang lingkungan, semacam mencari ikan di laut dalam. Penemuan sejenis itu membuktikan terdapatnya wawasan besar mengenai laut, bahayanya, serta khasiat yang diberikannya.

Fokus Pada Australia

Australia pula berikan donasi untuk penyusunan balik asal usul orang.

Dalam 2 tahun terakhir saja, durasi kolonisasi yang diresmikan tadinya buat daratan besar di selatan ini dimundurkan jadi dekat 65.000 tahun dulu sekali.

Bunga tulang tertua di bumi, perkakas batu tertua di bumi ditemui di daratan ini. Jadi nyata kalau Australia dulu (serta saat ini) merupakan negara banyak orang yang amat adaptif serta inovatif.

Cepatnya penemuan- penemuan terkini serta mencengangkan yang dicoba di Australasia efisien alihkan fokus banyak periset kemajuan orang dari ajang lama Afrika serta Eurasia lebih jauh lagi ke timur.

Membenarkan terus menjadi berartinya area ini untuk ekspansi uraian kita mengenai riwayat kita, bukan cuma perorangan yang alihkan fokus mereka ke Asia, melainkan pula seluruh unit. Misalnya, Australian Research Centre for Human Evolution yang berplatform di Universitas Griffith, Brisbane, dikeluarkan dengan pemikiran jelas berpusat pada area Australasia buat menanggapi persoalan- persoalan evolusioner.

Ringkasnya, inilah dikala melegakan buat jadi periset di area ini. Apalagi, kelihatannya jawaban-jawaban yang lama dicari buat sebagian persoalan esensial dalam amatan kemajuan orang agaknya kesimpulannya dapat dijawab di mari.

Comments are closed.